Judul : Ditolak Rusia dan Amerika, Pengadilan Tinggi Tetapkan Hagia Sophia Sebagai Masjid
link : Ditolak Rusia dan Amerika, Pengadilan Tinggi Tetapkan Hagia Sophia Sebagai Masjid
Ditolak Rusia dan Amerika, Pengadilan Tinggi Tetapkan Hagia Sophia Sebagai Masjid
Keputusan ini membuka jalan tempat bersejarah ini untuk penggunaannya kembali sebagai masjid setelah 85 tahun lapor Anadolu Agency.
Sebuah LSM di Istanbul, Asosiasi Layanan Yayasan Permanen untuk Artefak Bersejarah dan Lingkungan, telah mengajukan petisi di Dewan Negara yang meminta pembatalan keputusan yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum setelah menjadi masjid selama hampir 500 tahun. Pengadilan mendengarkan argumen para pihak pada sidang 2 Juli sebelum mengeluarkan keputusannya. Keputusan ini menjadikan Ayasofya bisa kembali untuk ruku’ dan sujud.
Baca juga: Erdogan Bersumpah Bebaskan Al Aqsa Setelah Hagia Shopia
Di bawah Kekaisaran Bizantium, Hagia Sophia telah digunakan sebagai gereja selama 916 tahun. Pada tahun 1453, setelah Khilafah Ustmaniyyah (Ottoman) menaklukkan Istanbul, tempat ini diubah menjadi masjid oleh Sultan Mehmet II atau dikenal Sultan Muhammad Al-Fatih, yang sangat masyhur.
Hagia Sophia, sebuah harta karun arsitektur dunia yang tak tertandingi, menjalani pekerjaan restorasi selama era Ustmaniyyah, termasuk penambahan menara untuk panggilan adzan oleh arsitek terkenal Mimar Sinan. Di bawah Kemal Attaturk yang sekuler, masjid itu diubah menjadi museum pada tahun 1935.
Baca juga: Jurnalis Asal Inggris: Seharusnya Paus Lebih Sedih dengan Ratusan Gereja yang Terabaikan di Penjuru AS dan Eropa
Sebuah LSM di Istanbul, Asosiasi Layanan Yayasan Permanen untuk Artefak Bersejarah dan Lingkungan, telah mengajukan petisi di Dewan Negara yang meminta pembatalan keputusan yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum setelah menjadi masjid selama hampir 500 tahun. Pengadilan mendengarkan argumen para pihak pada sidang 2 Juli sebelum mengeluarkan keputusannya. Keputusan ini menjadikan Ayasofya bisa kembali untuk ruku’ dan sujud.
Baca juga: Erdogan Bersumpah Bebaskan Al Aqsa Setelah Hagia Shopia
Di bawah Kekaisaran Bizantium, Hagia Sophia telah digunakan sebagai gereja selama 916 tahun. Pada tahun 1453, setelah Khilafah Ustmaniyyah (Ottoman) menaklukkan Istanbul, tempat ini diubah menjadi masjid oleh Sultan Mehmet II atau dikenal Sultan Muhammad Al-Fatih, yang sangat masyhur.
Hagia Sophia, sebuah harta karun arsitektur dunia yang tak tertandingi, menjalani pekerjaan restorasi selama era Ustmaniyyah, termasuk penambahan menara untuk panggilan adzan oleh arsitek terkenal Mimar Sinan. Di bawah Kemal Attaturk yang sekuler, masjid itu diubah menjadi museum pada tahun 1935.
Baca juga: Jurnalis Asal Inggris: Seharusnya Paus Lebih Sedih dengan Ratusan Gereja yang Terabaikan di Penjuru AS dan Eropa
Dalam beberapa tahun terakhir para pemimpin Turki telah menyerukan penggunaannya sebagai masjid lagi dan mengizinkan pembacaan Al-Quran di sana pada acara-acara khusus. Desakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mengubah tempat ini menjadi masjid telah membuat kebakaran jenggot beberapa pemimpin dunia, salah satunya Amerika Serikat, Yunani dan pemimpin gereja Rusia. (Hidayatullah)
Demikianlah Artikel Ditolak Rusia dan Amerika, Pengadilan Tinggi Tetapkan Hagia Sophia Sebagai Masjid
Sekianlah artikel Ditolak Rusia dan Amerika, Pengadilan Tinggi Tetapkan Hagia Sophia Sebagai Masjid kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Ditolak Rusia dan Amerika, Pengadilan Tinggi Tetapkan Hagia Sophia Sebagai Masjid dengan alamat link https://percobaanbloggers.blogspot.com/2020/07/ditolak-rusia-dan-amerika-pengadilan.html

0 Response to "Ditolak Rusia dan Amerika, Pengadilan Tinggi Tetapkan Hagia Sophia Sebagai Masjid"
Posting Komentar