MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan

MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan - Hallo sahabat percobaan blog, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kemenag, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan
link : MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan

Baca juga


MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan

MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan

Fikroh.com - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan penolakan terhadap program dai bersertifikat yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Agama. Pernyataan sikap ini diambil Dewan Pimpinan MUI sesuai dengan keputusan Rapat Pimpinan MUI pada Selasa (08/09/2020) 20 Muharram 1442 H.

“Rencana sertifikasi Da’i/Muballigh dan/atau program Da’i/Muballigh bersertifikat sebagaimana direncanakan oleh Kementerian Agama telah menimbulkan kegaduhan, kesalahpahaman, dan kekhawatiran akan adanya intervensi Pemerintah pada aspek keagamaan yang dalam pelaksanaannya dapat menyulitkan umat Islam dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat untuk mengontrol kehidupan keagamaan. Oleh karena itu MUI menolak rencana program tersebut,” salah satu poin pernyataan MUI disampaikan Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi sebagaimana disampaikan Sekjen MUI Buya Anwar Abbas kepada hidayatullah.com, Selasa.

MUI kata Kiai Muhyiddin dapat memahami pentingnya program peningkatan kompetensi (upgrading)

Da’i/Muballigh sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan Da’i/Muballigh terhadap materi dakwah/tabligh, terutama materi keagamaan kontemporer seperti ekonomi syariah, bahan produk halal, wawasan kebangsaan, dan sebagainya. “Namun program tersebut diserahkan sepenuhnya kepada ormas/kelembagaan Islam termasuk MUI dan pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk itu,” imbuhnya.

Dewan Pimpinan MUI pimpinan mengimbau kepada semua pihak agar tidak mudah mengaitkan masalah radikalisme dengan ulama, dai/muballigh dan hafizh serta tampilan fisik (performance) mereka, termasuk yang lantang menyuarakan amar makruf nahi munkar bagi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sehubungan dengan rencana program Sertifikasi Da’i/Muballigh dan/atau program Da’i/Muballigh Bersertifikat oleh Kementerian Agama sebagaimana disampaikan oleh Menteri Agama dan pejabat Kementerian Agama melalui media massa, maka Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia…, dengan bertawakkal kepada Allah Subhanahu Wata’ala menyampaikan hal-hal (tersebut),” sebutnya juga.*



Demikianlah Artikel MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan

Sekianlah artikel MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan dengan alamat link https://percobaanbloggers.blogspot.com/2020/09/mui-tolak-program-dai-bersertifikat.html

0 Response to "MUI Tolak Program Dai Bersertifikat karena Berpotensi Jadi Alat Kontrol Kehidupan Keagamaan"

Posting Komentar